Minggu, 27 Januari 2013
Peraturan Organisasi
Berikut Kumpulan Peraturan-peraturan Organisasi :
1. Peraturan Organisasi : Seragam
2. Peraturan Organisasi : Pembentukan Institusi Baru
3. Peraturan Organisasi : Pelaksanaan Musyawarah dan Rapat Kerja
4. Peraturan Organisasi : Pancar Ulang
5. Peraturan Organisasi : Bantuan Komunikasi
1. Peraturan Organisasi : Seragam
2. Peraturan Organisasi : Pembentukan Institusi Baru
3. Peraturan Organisasi : Pelaksanaan Musyawarah dan Rapat Kerja
4. Peraturan Organisasi : Pancar Ulang
5. Peraturan Organisasi : Bantuan Komunikasi
AD ART 2011
ANGGARAN DASAR
RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
PEMBUKAAN
Bahwa RAPI sebagai penyelenggara Komunikasi Radio Antar Penduduk mempunyai arti yang strategis dalam implementasi kebijakan Pemerintahan, untuk itu perlu mewujudkan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi serta memelihara lingkungan hidup secara berkelanjutan.
RAPI sebagai Organisasi Kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang Komunikasi Radio Antar Penduduk dan siap untuk ikut serta membantu Pemerintah dan masyarakat dalam informasi penanggulangan bencana alam dan bencana sosial.
RAPI merupakan Organisasi yang menjunjung tinggi toleransi dan solidaritas bagi seluruh WNI, untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berupaya menanamkan kesadaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sesungguhnya Pemerintah Republik Indonesia telah memberi tempat dan hak kepada Komunikasi Radio Antar Penduduk, maka dibentuklah Organisasi yang bernama “RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA” dengan VISI “Menjadi Radio Antar Penduduk Indonesia yang Berkualitas Sebagai Aset Nasional“. Dalam rangka melindungi Organisasi dan Pemegang Izin Komunikasi Radio Antar Penduduk, maka disusunlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia.
Selangkapnya Download DISINI
Sabtu, 26 Januari 2013
Kebakaran di jalan Mastrib Kota Blitar
51 55 Harapan 10-2
Sabtu, 26 Januari 2013, Pukul 07.00 Telah terjadi kebakaran di jalan Mastrip 51 Kota Blitar, Kebaran ini sebabkan oleh lilin yang lupa tidak dimatikan oleh pemilih rumah Dodik Purnomo 55 tahun. Akibat dari kebakaran ini menyebabkan 6 buah ruko rusak dan rumah induk akibat amukan si jago merah.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ini. Dikarenakan oleh pemilik rumah yang lupa mematikan lilin. Dodik pemilik rumah menyalakan lilin karena terjadi pemadaman listri, lilin ditaruh di atas meja kemudia dia lupa untuk mematikannya sehingga menyababkan kebaran ini. Titik api pertama kali muncul di ruang kantor dan dengan cepat merambat ke bagian belakang hingga mengenai rumah induk. Dodik mengaku tidak sempat menyelamatkan barang karena kobaran api semakin membesar.
Karena melihat api dari rumah korban JZ13NVR Bpk Rasmadi yang bekerja di depan rumah korban, langsung menghubungi pihak PMK. Dengan cepat pihak PMK langsung datang ke lokasi untuk segera memadamkan si jago merah. 4 mobil PMK milik Pemerintah Kota Blitar yang diterjunkan ke lokasi, membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam api baru bisa dipadamkan. Aparat Polsek Kepanjenkidul yang juga datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP.
Ruko yang terbakar salah satunya merupakan kantor penukarang uang asing, dan Dodik ang pemilik tidak sempat menyelamatkan barang dan benda berharga miliknya, sehingga semua ludes oleh sang jago merah.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ini. Dikarenakan oleh pemilik rumah yang lupa mematikan lilin. Dodik pemilik rumah menyalakan lilin karena terjadi pemadaman listri, lilin ditaruh di atas meja kemudia dia lupa untuk mematikannya sehingga menyababkan kebaran ini. Titik api pertama kali muncul di ruang kantor dan dengan cepat merambat ke bagian belakang hingga mengenai rumah induk. Dodik mengaku tidak sempat menyelamatkan barang karena kobaran api semakin membesar.
Karena melihat api dari rumah korban JZ13NVR Bpk Rasmadi yang bekerja di depan rumah korban, langsung menghubungi pihak PMK. Dengan cepat pihak PMK langsung datang ke lokasi untuk segera memadamkan si jago merah. 4 mobil PMK milik Pemerintah Kota Blitar yang diterjunkan ke lokasi, membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam api baru bisa dipadamkan. Aparat Polsek Kepanjenkidul yang juga datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP.
Ruko yang terbakar salah satunya merupakan kantor penukarang uang asing, dan Dodik ang pemilik tidak sempat menyelamatkan barang dan benda berharga miliknya, sehingga semua ludes oleh sang jago merah.
Dokumentasi by JZ13NGS - R. Suprianto, SE
Bankom Siraman Gong Kyai Pradah
51 55 Harapan 10-2
RAPI Blitar - hari ini Sabtu, 26 Januari 2013 melaksanakan kegiatan Bantuan Komunikasi pada kegiatan Siraman Gong Kyai Pradah, yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun dalam rangka memperingati Maulud Nabi. Kegatan ini dilaksanakan di Desa Lodoyo Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar.
Adapun kisah yang mengawali
adanya prosesi upacara adat siraman Gong Kyai Pradah adalah konon pada saat penobatan
tahta Kerajaan Kartasura, Sri Susuhunan Pakubuwono I yang merupakan putra
mahkota kerajaan, beliau mempunyai seorang saudara seayah yang merupakan anak
dari raja Kerajaan Kartasura dengan seorang selirnya. Ketika Sri Susuhunan
Pakubuwono I dinobatkan menjadi seorang raja, Pangeran Prabu merasa sakit hati
dan ia berniat membunuh Sri Susuhunan Pakubuwono I, namun
upayanya diketahui. Dan sebagai hukuman atas kesalahannya itu Pangeran Prabu
diutus untuk menebang kayu di hutan Lodoyo. Yang mana ketika itu hutan Lodoyo
masih dikenal sebagai daerah yang sangat wingit (angker) dan banyak dihuni binatang buas. Pangeran Prabu
menyadari akan kesalahannya dan untuk menebus kesalahan yang telah dilakukanya
tersebut, beliau bersedia untuk berangkat ke hutan
Lodoyo dan diikuti oleh istrinya yang bernama Putri Wandansari dan abdinya yang
bernam Ki Amat Tariman dengan membawa pusaka bendhe
(serupa dengan gong) yang diberi nama Kyai Bicak, yang akan digunakan sebagai tumbal (penolak bala) di hutan Lodoyo.
Kemegahan istana ditinggalkan,
dan merekapun mulai perjalanan keluar masuk hutan, naik turun gunung, menyusuri
lembah ngarai. Dan hingga akhirnya tiba di kawasan Lodoyo yang masih berupa
hutan belantara yang sangat angker. Walaupun
demikian Pengembaraan jauh itu mereka lakukan dengan penuh ketabahan dan
ketenangan, karena mereka percaya tidak akan menghadapi marabahaya apapun
selama mereka masih membawa pusaka bendhe Kyai
Bicak. Sementara untuk menenangkan hati, Pangeran Prabu memilih untuk melakukan
nepi (menyendiri) di hutan Lodoyo. Bendhe Kyai Bicak dan abdi setianya Ki Amat Tariman
beliau titipkan kepada Nyi Rondho Patrasuta dengan meninggalkan pesan bahwa
setiap tanggal 12 Mulud dan tanggal 1 Sawal, bendhe tersebut harus
disucikan dengan cara disirami atau dijamasi air bunga setaman
dan air bekas jamasan tersebut bisa untuk mengobati
orang sakit dan sebagai sarana ketentraman hidup.
Setelah lewat beberapa lama Ki
Amat Tariman merasa sangat rindu kepada Pangeran Prabu. Ia kemudian
berjalan-jalan di hutan, tetapi di tengah perjalanan ia
tersesat dan kebingungan, karena bingungnya Ki Amat Tariman memukul bendhe Kyai Bicak 7 kali dengan harapan ada petunjuk
ataupun pertolongan dari orang-orang yang mendengar pukulan bendhe tersebut,
terutama ia bermaksud agar Pangeran Prabu yang menolongnya. Namun
perkiraannya meleset, bukan orang-orang sekitar yang datang atau Pangeran Prabu, tetapi harimau
yang berbadan besar-besar. Namun ajaibnya, harimau-harimau tadi tidak menyerang atau mengganggu Ki Amat
Tariman tetapi justru menjaga keberadaan beliau, dan sejak itu bendhe Kyai Bicak diberi nama Gong Kyai Pradah yang
artinya harimau.
Semenjak peristiwa tersebut terjadi dan sampai sekarang, adat siraman ini
masih tetap diselenggarakan oleh masyarakat pendukungnya. Hal ini dikarenakan
mereka masih percaya bahwa ritual ini mempunya manfaat dalam kehidupanya.
Mereka mempercayai bahwa ucapan dari Pangeran Prabu yang mengatakan bahwa sisa
air siraman Gong Kyai Pradah dapat menyembuhkan berbagai penyakit
dan menambah ketentraman jiwa adalah benar. Bahkan ada yang mempercayai behwa
air sisa tersebut juga dapat membuat orang yang meminumnya lebih awet muda.
Upacara adat siraman pusaka Gong
Kyai Pradah juga dapat menambah rasa kesatuan,
persaudaraan serta kegotong royongan antar warga Lodoyo. Selain itu kegiatan
ini dapat menjadi salah satu aset wisata budaya di Lodoyo hususnya dan di Indonesia umumnya.
Ritual ini mengandung nilai-nilai
budaya luhur warisan nenek moyang. Oleh karena itu, sudah seharusnyalah tradisi tersebut
tetap dilestarikan dan lebih dikenalkan pada khalayak interlokal dan pada
generasi muda supaya mereka tidak kehilangan tapak-tapak sejarah.Bankom Kegiatan Ourbond K3S Dikda Kota Blitar
Sabtu, 26 Januari 2013, RAPI Blitar mendapatkan kepercayaan dari DIKDA (Dinas Pendidikan Daerah) Kota Blitar untuk mendapingan kegiatan Outbond K3S Dikda Kota Blitar Bersama Bapak Walikota Blitar di Gunung Kelud.
Para peserta yang terdiri dari kepala sekolah sekota Blitar, berkumpul dan berangkat bersama dari Kantor Dinas Pendidikan Kota Blitar, sekitar 165 peserta ikut dalam kegiatan ini. rombongan berangkat bersama-sama ke Gunung Kelud dengan menggunakan kurang lebih 20 kendaraan.
Kegiatan Outbond kali ini peserta diajak jalan mulai jembatan terakhir sebelum memasuki sampai di parkiran Kawasan Wisata Gunung kelud hingga sampai ke bawah gunung Kelud.
Para peserta yang terdiri dari kepala sekolah sekota Blitar, berkumpul dan berangkat bersama dari Kantor Dinas Pendidikan Kota Blitar, sekitar 165 peserta ikut dalam kegiatan ini. rombongan berangkat bersama-sama ke Gunung Kelud dengan menggunakan kurang lebih 20 kendaraan.
Kegiatan Outbond kali ini peserta diajak jalan mulai jembatan terakhir sebelum memasuki sampai di parkiran Kawasan Wisata Gunung kelud hingga sampai ke bawah gunung Kelud.
Jumat, 25 Januari 2013
Bankom Siraman Gong Kyai Pradah
51 55 harapan 10-2
Blitar, 25 Januari 2013 RAPI Blitar melaksanakan tugas bantuan komunikasi pada acara siraman Gong Kyai Pradah. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin tiap bulan maulud.
Pada kegiatan ini RAPI Lokal Pradah sebagai Koordinator, selaku tuan rumah, pada malam hari ini yang merupakan malam terakhir sangat ramai pengunjung, karena besok sudah dilaksanakan siraman, yang merupakan puncak dari acara Mauludan di Lodoyo Kab Blitar.
Rekan-rekan yang malam ini bertugas dari Lokal 01 Pradah selaku tuan rumah, Lokal 02 Patria dan Lokal 04 Blitar Timur yang merupakan lokal terdekat. Dalam bertugas ini rekan-rekan juga selalu menyampaikan informasi kepada para pengunjung untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam membawa barang berharga, karena pada tahun sebelumnya banyak yang kehilangan barang-barang berharga.
Blitar, 25 Januari 2013 RAPI Blitar melaksanakan tugas bantuan komunikasi pada acara siraman Gong Kyai Pradah. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin tiap bulan maulud.
Pada kegiatan ini RAPI Lokal Pradah sebagai Koordinator, selaku tuan rumah, pada malam hari ini yang merupakan malam terakhir sangat ramai pengunjung, karena besok sudah dilaksanakan siraman, yang merupakan puncak dari acara Mauludan di Lodoyo Kab Blitar.
Rekan-rekan yang malam ini bertugas dari Lokal 01 Pradah selaku tuan rumah, Lokal 02 Patria dan Lokal 04 Blitar Timur yang merupakan lokal terdekat. Dalam bertugas ini rekan-rekan juga selalu menyampaikan informasi kepada para pengunjung untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam membawa barang berharga, karena pada tahun sebelumnya banyak yang kehilangan barang-barang berharga.
Langganan:
Postingan (Atom)
Home